Sabtu, 12 September 2015

Bajulmati : Pantai dengan Ombak yang Menawan

Pantai Bajulmati (Buaya Mati) adalah sebuah pantai di pesisir selatan Pulau Jawa yang tepat di berada di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Jaraknya sekitar 58 km dari Kota Malang.

Asal mula dari pantai ini pertama kali ditemukan pada tahun sekitar 1890-an. Saat itu ditemukan seekor buaya yang mati, sehingga dinamakan Bajul Mati. Menurut pendapat lain, dinamakan Bajul Mati karena di pantai ini terdapat batu karang panjang bentuknya yang menyerupai seekor buaya. Ketika menjelang malam, saat disapu ombak batu tersebut seakan seekor buaya yang hidup. Unik bukan?

Mengapa harus kesini?

Pantai Bajulmati memiliki pasir putih yang masih bersih dengan hamparan bebatuan karang yang terlihat begitu menawan. Kelebihan lainnya, Pantai Bajulmati ini mempunyai teluk-teluk yang indah. Pantai ini cukup dalam dan curam sehingga para pengunjung disarankan untuk tidak berenang. Akan tetapi, ada beberapa bagian di bibir pantai di sebelah barat yang dapat anda gunakan untuk bermain air dengan leluasa, yaitu di sebuah muara sungai. Aliran air di muara tampak tenang dan berwarna kehijauan. Pada hari-hari biasa pantai ini masih agak sepi pengunjung. Terdapat hanya beberapa warung penjual makanan kecil di sekitar pantai. Pantai Bajulmati paling ramai pada saat hari libur. Biasanya pada sepekan setelah lebaran terdapat prosesi Larung Ketupat, yang selalu ramai disaksikan pengunjung. Di pantai ini juga sangat tepat untuk berkemah.


Uniknya di tengah-tengah lautan terdapat beberapa pulau karang mirip bukit yang menyembul dari dalam laut. Hal itu membuat panorama pantai kian menarik. Hanya, pantai ini masih sepi pengunjung. Konon pantai ini pertama kali ditemukan pada tahun 1890-an. Saat itu di sekitar pantai ditemukan seekor buaya yang mati, sehingga dinamakan Bajulmati. Menurut pendapat yang lain, dinamakan Bajulmati karena di pantai ini terdapat batu karang panjang yang bentuknya menyerupai seekor buaya. Ketika menjelang malam, saat disapu ombak batu tersebut seakan seekor buaya yang hidup.

Selain menawarkan panorama pantai, di Pantai Bajulmati juga terdapat sebuah gua bernama Goa Wil. Lokasi goa yang masih dalam satu kompleks Pantai Bajulmati itu berada di sisi timur pantai. Untuk menjangkaunya cukup dengan berjalan kaki sekitar 300 meter dari pintu masuk pantai. Posisi goa tepat berada di bawah sebuah bukit karang. Di sekeliling bukit itu dikelilingi ladang kelapa dan ketela pohon yang ditanami warga sekitar. Meski disebut dengan goa, namun tidak ada lubang masuk menjorok cukup dalam. Goa ini lebih tepat disebut sebagai batu karang yang dasarnya terkena abrasi, karena memang seperti dasar bukit yang agak menjorok sedikit. Meski begitu, di lokasi ini dikenal angker oleh penduduk.

Rute

Hasil gambar untuk pantai bajul mati
Jika dari Kota Malang Anda bisa mengambil arah ke Turen lalu berbelok ke selatan menuju Sumbermanjing Wetan dan lurus menuju arah Pantai Sendangbiru. Lalu terdapat pertigaan dengan plakat petunjuk arah ke kanan untuk menuju ke Pantai Bajulmati. Jalannya sudah beraspal tetapi berkelok-kelok karena harus melewati pegunungan. Sekitar tiga kilometer sebelum Pantai Bajulmati jalannya lebih lebar. Bisa juga dengan melalui jalur menujuPantai Balekambang, sampai terdapat sebuah perempatan, bila lurus akan menuju Balekambang, dan ke kiri akan menuju Bajulmati. Rutenya masih satu jalur dengan Pantai Goa China. Cukup banyak petunjuk arah untuk menuju arah pantai tersebut. Letak kedua pantai ini tidak terlalu jauh. Jarak antara Pantai Bajulmati dan Goa China hanya sekitar 2 kilometer atau sekitar 10 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor.

Hasil gambar untuk pantai bajul mati
Sebelum memasuki pantai terdapat sebuah jembatan sepanjang 90 meter berbentuk setengah lingkaran. Baik ukuran maupun desainnya sangat artistik karena melintang di atas sungai yang lebar, dengan pemandangan bukit-bukit karang dan lautan. Di sini merupakan salah satu tempat favorit pengunjung untuk mengambil foto. Jembatan Bajulmati merupakan salah satu jembatan yang terletak di ruas Jalan Lintas Selatan. Dengan adanya Jalan Lintas Selatan ini berpengaruh terhadap kunjungan ke Bajulmati, karena jika berwisata ke Sendangbiru, pengunjung bisa mampir dahulu ke Bajulmati.Tidak sampai 10 menit dari jembatan tersebut, Anda akan tiba di Pantai Bajulmati. Untuk masuk ke area Bajulmati anda akan dipungut retribusi sebesar Rp 5.000/orang.


Balekambang : Tanah Lot nya Warga Malang

Hasil gambar untuk pantai balekambang
Apa yang ada di benak anda ketika pertamakali melihat foto di atas? Yup, itu sebuah pulau kecil dengan bangunan pura di atasnya, sama seperti tanah lot di Bali. Pantai ini bernama Balekambang. Pantai yang bersih dan masih terawat ini terletak di Kabupaten Malang tepatnya di desa Srigoco Kecamatan Bantur yang jaraknya kurang lebih 50 km dari Kepanjen dan 65 km ke arah selatan dari kota Malang Jawa Timur. Pantai Balekambang memang menjadi salah satu tujuan wisata di Jawa Timur yang difavoritkan di Malang setelah Pulau Sempu dan Gunung Bromo di Probolinggo Jawa Timur. 

Kenapa harus kesini?

Selain suasananya yang masih asri, juga pantai Balekambang ini begitu terawat dan kelihatan bersih. Dengan pantai yang dangkal anda bisa bermain-main dengan air bersama keluarga.

Dengan pantai yang membentang sepanjang 2 kilometer dengan lebar 200 meter daerah ini dipenuhi dengan berbagai macam karang laut dan terkadang ketika air surut anda bisa melihat berbagai macam ikan hias dan bio laut yang berkerumun. Deburan ombak pantai yang tidak terlalu besar membuat hati anda akan semakin rilek dan menikmati alam dengan nyaman.

Dari lepas pantai anda bisa melihat 3 buah pulau berjajar ke arah barat yang begitu menawan yang masing-masing mempunyai nama yaitu pulau Ismoyo, pulau Anoman dan pulau Wisanggeni. Pulau Ismoyo dihubungkan dengan jembatan sepanjang 100 meter dari bibir pantai dan di atasnya terdapat sebuah pura yang diberi nama Amerta Jati. Pura ini tidak seperti halnya pura di Bali, karena dipengaruhi oleh candi-candi jaman Majapahit yang banyak terdapat di Malang.


Ada yang menarik di balik kisah pura Amerta Jati. Pura Amerta Jati atau Pura Ismoyo ini dibangun tahun 1985 atas prakarsa Bupati Malang Edi Slamet. Didesain mengikuti Pura Tanah Lot yang terkenal di Bali, pura ini juga merupakan tempat suci bagi umat Hindu dan sering digunakan sebagai tempat berlangsungnya kegiatan keagamaan. Saat hari-hari besar umat Hindu, pura ini akan terasa sangat ramai. Warga setempat yang masih memegang tradisi biasa menggelar upacara Suroan dan upacara Jalanidha Puja. Jika sempat, anda bisa berkunjung ke pantai ini di saat bulan Suro. Biasanya pada bulan ini Pantai Balekambang ramai didatangi wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara.


Pantai Balekambang Malang ini sangat menawan pada saat sunset tiba. Kecantikan dan pesonanya semakin 'menjadi' saat matahari terbenam di balik cakrawala dan menyuguhkan siluet pura berlatar langit senja berwarna kuning keemasan.

Fasilitas di pantai Balekambang Malang sudah bisa dibilang cukup memadai bagi para wisatawan yang berkunjung. Mulai dari warung dan kios-kios yang menyediakan makanan dan minuman sampai permainan anak-anak. Bahkan ada juga wahana fliying fox pada hari Sabtu dan Minggu. Selain itu bagi anda yang ingin bermalam jangan khawatir, sebab di sekitar pantai anda akan menemukan penginapan.

Untuk merasakan sensasi seperti di Tanah Lot Bali, anda hanya dikenai tiket Rp.15.000/orang saja. Cukup terjangkau bukan?

Sengkaling : Pemandian dan Wisata Kuliner di Tengah Kota

Untuk anda yang ingin bersantai berlibur bersama keluarga namun tak mau menghabiskan waktu di perjalanan, Sengkaling adalah pilihan yang tepat. Selain pemandian dan taman rekreasi, kini Sengkaling menghadirkan festival panganan.

Taman Rekreasi dengan luas kurang lebih 8,5 hektar ini berlokasi di tengah kota Malang, yaitu tepatnya di Jl. Raya Mulyoagung No. 188, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, masih satu jalur ke arah Universitas Muhamadiyah Malang dan Batu. Pada awalnya taman rekreasi dan pemandian Sengkaling ini hanya terbatas untuk karyawan Bentoel Group, hingga akhirnya dibuka untuk umum, dan sekarang telah diambil alih oleh UMM Malang. 

Kenapa harus kesini?

Selain lokasinya yang mudah di akses baik dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum, pemandian dan taman rekreasi Sengkaling merupakan salah satu primadona wisata malang . Tempatnya yang berada dekat dengan pusat kota juga menjadi pilihan yang cukup menyenangkan bagi mereka yang ingin meluangkan waktu liburan.

Fasilitas lengkap kolam renang air panas, dan air dingin, menjadikannya favorit bagi masyarakat kota Malang yang ingin berenang atau sekadar bermain air di wahana-wahana yang tersedia disana. Ragam jenis objek rekreasi selalu di kembangkan seiring waktu. Nah uniknya lagi seluruh air di pemandian Sengkaling berasal dari sumber alami Tirta Alam. Konon dipercayai bisa membuat orang awet muda.


Wahana air yang tersedia diantaranya adalah: Kapal Misteri, Pesona primitif, Tirta alam, tirta sari serta kolam cumi-cumi. Ada juga wahanan permainan yang semakin membuat ceria hari-hari liburan anda sekeluarga meluangkan waktu disini. Ada dunia ikan, bioskop 4 dimensi, kiddy train, bom-bom car, merry go round, play ground, sepeda air, bumper boat, kuda ria dan masih banyak lagi. 

Untuk kuliner, sekarang juga dibuka Sengkaling Food Festival, menampilkan sajian ragam khas makanan asli Kota Malang, beserta oleh-oleh asli Kota Malang yang membuat pilihan anda semakin banyak dan sesuai selera anda. Disediakan pula pilihan makanan Japanese Food maupun Oriental food sebagai pilihan selera rasa.

Disajikan pula berbagai events untuk dapat lebih menghibur seperti pertunjukan musik, dangdut, show dan lain sebagainya.

Jam operasional obyek rekreasi ini buka dari pukul 06.00 sampai pukul 17.00. Biaya yang dikeluarkan untuk harga tiket masuk Sengkaling cukup murah, yaitu Rp.15.000, dengan variasi ada tiket terusan Paket Pinishi Rp 30.000, dan tiket terusan Paket Kano harga tiketnya Rp. 25.000.

Watu Ulo : Pantai yang Tak Biasa



Eksotika menawan laut selatan Jember. Salah satu obyek wisata pantai yang terkenal di kota Jember, bernama Pantai Watu Ulo (batu ular). Pantai ini selalu ramai pengunjung, baik pada hari biasa, lebih-lebih saat liburan atau akhir pekan. Lokasi pantai Watu Ulo berada di Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu Jember. Jarak yang bisa kita tempuh menuju obyek wisata tersebut, yaitu sekitar 40 km sebelah selatan dari pusat kota Jember. Pantai ini memiliki keindahan batu karang yang bentuk fisiknya menyerupai ular, memanjang dari bibir pantai hingga tepi laut.

Popularitas pantai ini tak hanya dikenal oleh masyarakat Jember dan sekitarnya, namun juga masyarakat di kota-kota yang lain. Letaknya yang relatif bersebelahan dengan pantai Papuma, seringkali menjadi pilihan berwisata para wisatawan setelah Papuma.

Mengapa Harus Kesini?

Bagi anda yang menyukai wisata pantai, watu ulo memiliki keunikan tersendiri di bandingkan pantai yang lain. Dengan hanya merogoh Rp.7.500, selain melihat langsung legenda watu ulo sendiri, pantai ini menghadirkan kesan eksotis untuk anda. Anda bisa melihat pantai yang tenang berwarna biru kehijauan dengan tanjung kecil sebagai ujung pantai. Tak jauh dari sana anda bisa naik ke atas bukit untuk melihat ombak besar yang menghempas karang. Anda perlu berhati-hati saat berada di atas bukit karena angin terlalu kencang dan ombak kadang kala sampai ke atas.

















Selain itu Tempat ini juga memiliki nilai sejarah karena pada jaman dulu dijadikan sebagai benteng pertahanan serdadu tentara Jepang. Ada lima buah benteng pertahanan yang dibangun sehinggga masyarakat setempat menyebutnya Goa Jepang. Tidak kalah menariknya di samping Goa Jepang terdapat Goa Kalelawar yang dihuni ratusan ribu Kalelawar. Anda bisa melihat dengan melewati dan menyusuri pantai berpasir. Goa ini mempunyai kedalaman 100 meter yang biasanya dijadikan sebagai tempat bermeditasi karena letaknya yang jauh dari keramaian.

Pada saat saat tertentu seperti menjelang Tahun Baru masehi dan Hari Raya Idul Fitri digelar event event special seperti Lomba Layang Layang Pantai dan panggung hiburan rakyat. Dan yang tak kalah menarik setiap Tahun Baru Hijriyah diadakan Festival Pegon, Pegon adalah kendaraan angkut tradisional dengan tenaga sapi serta tasyakuran sebagai wujud terimakasih atas semua rizki yang telah diterima di sepanjang tahun dan harapan untuk tetap diberikan kemudahan dan limpahan rahmat dari Yang Maha Kuasa.

Legenda

Konon, dipercaya bahwa wilayah pantai selatan tersebut dihuni oleh Nogo Rojo yang berwujud ular raksasa. Nogo Rojo yang menguasai wilayah pantai ini memakan semua hewan yang ada di dalamnya, hingga masyarakat tidak bisa mendapatkan makanan dari tepat tersebut.

Lantas, tersebutlah dua orang pemuda bernama Raden Said dan Raden Mursodo yang bersaudara. Kedua pemuda tersebut adalah anak angkat dari Nini dan Aki Sambi, pasangan yang sudah berusia cukup tua. Raden Said dalam cerita ini dipercaya sama dengan Raden Said yang nantinya dikenal dengan sebutan Sunan Kalijaga.

Singkat cerita, legenda mengatakan bahwa kedua pemuda tersebut memancing di tempat Nogo Rojo tinggal. Karena semua hewan di sana telah dimakan oleh Sang Ular Raksasa, maka kedua pemuda tersebut tak berhasil mendapatkan ikan satu pun. Hingga akhirnya, kail Raden Mursodo berhasil mengait satu ikan yang disebut ikan mina. Ikan mina itu ternyata bisa berbicara. Dia meminta agar dilepaskan dan tidak dibunuh untuk dijadikan makanan. Sebagai gantinya, ikan mina tersebut akan memberikan sisik yang bisa berubah menjadi emas untuk Raden Mursodo. Raden Mursodo menyetujuinya dan melepas ikan mina itu kembali ke laut.

Namun tak berapa lama kemudian, ternyata muncullah Nogo Rojo dan langsung memakan ikan mina yang sudah dilepaskan oleh Raden Mursodo. Geram, Raden Mursodo segera melawan Sang Ular Raksasa dan membelah tubuhnya menjadi tiga bagian. Inilah yang menjadi asal-muasal terbentuknya Watu Ulo di pantai Jember. Saking besarnya, tiga bagian ular raksasa itu terpencar. Bagian badannya berada di Pantai Watu Ulo Jember, bagian kepalanya berada di Grajakan Banyuwangi, dan bagian ekornya berada di Pacitan. Potongan tubuh Nogo Rojo itulah yang kemudian hingga saat ini dipercaya menetap di pantai Watu Ulo dan menjelma menjadi batu-batuan yang menjorok ke laut.

Panjang Watu Ulo dari pesisir yang menjorok ke laut yang berada di atas pasir dan di bawah air adalah sekitar 500 meter. Namun besar watu ulo yang berada di bawah pasir masih belum diketahui hingga kini. Bahkan diyakini bahwa panjang watu ulo dari pesisir ke daratan bisa menembus sampai ke hutan di sekitar kawasan Watu Ulo dan Teluk Papuma.

Versi lain dari mitos Watu Ulo adalah bahwa batu panjang tersebut merupakan perwujudan naga yang sedang tertidur dan bersemedi. Naga tersebut diutus oleh Ajisaka untuk bersemedi, dan nantinya dipercaya bahwa naga itu akan terbangun dan menjadi manusia. Versi ini ada dalam buku Mitos dalam Tradisi Lisan Indonesia, karya Dr Sukatman M.Pd.
Bagaimana apakah anda tertarik untuk kesana? 

Jumat, 11 September 2015

Selecta : Tempat Wisata Pertama di Batu


Salah satu daya tarik kota Batu selain menghadirkan pemandangan yang menakjubkan adalah tempat wisatanya. Banyak sekali spot wisata yang bisa anda datangi di sini. Jika anda berminat untuk mencari kesan santai dan damai serta fokus hanya untuk berkumpul bersama keluarga. Dengan tarif karcis masuk yang cukup ekonomis Rp.15.200/orang Selecta adalah pilihan yang tepat.Selecta didirikan pada tahun 1920-1928 oleh seorang warga Belanda bernama Ruyter de Wildt yang awalnya dipergunakan sebagai tempat peristirahatan bagi warga pembesar Belanda hingga masa revolusi. Pada 1949 Selecta dibumihanguskan oleh pejuang Indonesia. Namun 1950 Selecta dibangun kembali oleh 47 orang pendiri. Mereka juga membentuk perseroan terbatas untuk mengelolanya.Dalam kurun 1952-1955, Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Muhammad Hatta sering beristirahat di Selecta. Beberapa keputusan penting kenegaraan pun diputuskan di sana. Oleh karena sejarah yang cukup panjang, Selecta termasuk salah satu tempat rekreasi tertua di kota Batu. Selecta sendiri berada di desa Tulung Rejo, kecamatan Bumiaji, 9 Km ke arah utara dari kota Batu. Selecta mempunyai luas area 18 hektar dan terletak 1150 meter di atas permukaan laut. Area Selecta ini dikelilingi oleh tiga gunung besar, yaitu Gunung Arjuno, Welirang, dan Anjasmoro, tentu saja di tempat ini anda bisa merasakan sejuk dan bersihnya udara pegunungan, serta panorama yang 'tak biasa'.

Ada beberapa hal yang bisa anda nikmati saat mengunjungi Selecta, seperti kolam renang dengan berbagai kedalam dan perosotan yang bermacam-macam, taman bunga yang begitu luas, pasar sayur dan buah, taman bermain, dan kenyamanan saat pengunjung bisa ber piknik menikmati hamparan lahan penuh bunga. Selain itu terdapat fasilitas pendukung seperti restaurant, hotel dan vila untuk sarana akomodasi pengunjung yang ingin menetap beberapa saat. 



Taman Selecta ini memiliki taman bunga yang berlokasi di jantung pusat taman selecta, hamparan bunga yang berwarna-warni dengan beragam bentuk dan beberapa jenis bunga sebuah keindahan tersendiri sangat mengundang kita untuk melihat berbagai keindahan yang berada di taman selecta. Dan lagi anda bisa menyelusuri jalan setapak hingga ke puncak Selecta dan disana kita bisa menikmati indahnya pemandangan alam yang sungguh menyejukkan mata, di sana juga terdapat hamparan sawah yang sangat luas yang di kelilingi oleh pegunungan. 


Seiring bertambahnya waktu, wisata di Selecta kini semakin berkembang. Pengunjung bisa bermain sepeda air, berkuda di sekitar wilayah Selecta, hingga yang terbaru adalah area rekreasi petualangan outbond dengan flying fox-nya.










Kamis, 10 September 2015

Bromo : Gunung di Atas Gunung





















Dari pelosok negeri sampai ke mancanegara siapa yang tak mengenal Bromo? Gunung di atas gunung ini memang unik, dengan pasir laut seluas 5.250 hektar dan terletak di ketinggian 2392 meter di atas permukaan laut. Bromo berada dalam empat wilayah, yaitu kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Malang. Bentuk tubuh gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir.Gunung ini tidak sebesar gunung api lainnya di Indonesia tetapi memiliki pemandangannya yang spektakuler dan dramatis. Keindahannya yang luar biasa membuat wisatawan yang mengunjunginya akan berdecak kagum.

Gunung Bromo berasal dari kata Brahma (salah seorang Dewa agama Hindu). Bromo merupakan gunung api yang masih aktif dan terkenal sebagai ikon wisata Jawa Timur. Jadi jangan kaget kalau di sekitar gunung Bromo masyarakatnya memeluk agama hindu. 

Hasil gambar untuk gunung bromo sunrise
Salah satu daya tarik gunung Bromo adalah matahari terbit (sunrise). Dari puncak Gunung Penanjakan di ketinggian 2.770 m anda bisa melihat keindahannya sambil menikmati kehangatan sinar matahari. Di saat sunrise ini anda akan melihat latar depan Gunung Semeru yang mengeluarkan asap dari kejauhan dan matahari bersinar terang perlahan-lahan naik ke langit. 

Selain menikmati sunrise, banyak sekali yang bisa anda lakukan di sini. Anda bisa berkuda di atas hamparan padang pasir yang luas. Ongkos sewanya tergantung jarak yang akan di tempuh, namun masih bisa di turunkan apabila anda pandai menawar. Anda juga bisa mengendarai jeep sewaan yang muat berisi hingga 6 orang. Nah, saat anda menikmati hamparan pasir janganlah heran bila sepanjang perjalanan anda akan menemui turis asing sedang berjalan-jalan. Cobalah menyapa dan tawarkan foto bersama dengan mereka.

Hasil gambar untuk berapa tangga kawah bromo?Hasil gambar untuk berapa tangga kawah bromo?
Nah, yang menjadi syarat sempurnanya menikmati keindahan Bromo adalah naik ke puncak kawah. Berjalan bersama keluarga atau teman-teman akan menambah kenikmatannya. Pada saat ini anda akan di tantang untuk menaiki 250 anak tangga. Bukan angka yang sedikit bukan? Menurut saya yang sering naik ke atas kawah ini adalah melelahkan. Tapi bagi anda yang pertama kali naik, setelah berada di atas puncak sensasi bahagianya akan terasa sekali. Sedikit saran untuk anda, bila anda yang berkeinginan untuk naik kepuncak jangan lupa untuk memakai masker atau kain sejenis untuk menutup hidung karena selain debu yang tertiup angin, bau belerang akan terasa sangat menyengat. Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat).

Ada satu lagi momen yang jarang anda dapatkan disana. Apabila anda berencana pergi ke Bromo dalam waktu Juli-agustus mungkin aanda bisa menemuinya. Yaitu Yadnya Kasada atau Kasodo, upacara melempar sayuran dan hewan ternak di atas kawah. Pada saat itu ribuan orang akan berkumpul di atas hamparan pasir sampai ke atas kawah untuk melakukan upacara sesembahan ini. Tidak hanya penduduk pribumi yang akan anda temui di sana, tapi juga turis lokal maupun mancanegara.

Untuk anda para backpacker yang ingin menghabiskan beberapa hari di Bromo tak usah khawatir. Anda bisa menyewa penginapan ataupun villa dengan harga yang terjangkau mulai dari Rp.100.000 permalam.

Madakaripura : Air Terjun Tempat Terakhir Gajah Mada

Siapa yang kenal dengan sosok pahlawan besar yang mampu menyatukan Nusantara di bawah satu bendera Majapahit yakni Patih Gajah Mada? Di air terjun ini, konon menurut penduduk setempat adalah tempat peristirahatan terakhir Patih Gajah Mada. Mau tahu ceritanya? Yuk kita simak bersama.
tiket masuk air terjun madakaripura
Nama Madakripura, terkait sangat erat dengan sejarah panjang Kerajaan Majapahit di masa kejayaannya, Hayam Wuruk dan Gajah Mada berhasil menyatukan bumi Nusantara yang membentang dari Wanin hingga Madagaskar. Gajah Mada yang lihai dalam strategi, diplomasi, dan perang, berhasil meruntuhkan kepercayaan raja-raja Nusantara di masa itu, sehingga mereka mau berucap janji setia dalam naungan Surya Majapahit. Seperti apa sepak terjang Gajah Mada dalam menyatukan Nusantara memang masih menjadi sebuah misteri karena bigitu sedikitnya literatur dan sumber yang membahas mengenai hal tersebut.

Madakaripura sendiri berarti “tempat tinggal terakhir” Pengunaan nama ini diambil dari kepercayaan masyarakat sekitar yang mengatakan, disinilah Gajah Mada melewati masa akhir hidupnya. Beberapa sumber dan literatur mengatakan bahwa setelah peristiwa Perang Bubat dimana seluruh rombongan dari kerajaan Sunda Galuh terbantai Gajah Mada di copot dari jabatanya sebagai mahapatih di Majapahit. Tragedi Perang Bubat telah melukai begitu banyak pihak dan berdampak sangat luas. Prabu Hayam Wuruk terluka karena cintanya yang sedang mekar tiba-tiba dihadapkan pada maut. Keluarga Raja Majapahit terluka karena akar sejarahnya yang begitu dekat dengan Sunda Galuh mendadak dipangkas dengan paksa. Sunda Galuh adalah pihak yang paling terluka, bukan saja karena harga diri yang dilecehkan tanpa ampun, melainkan juga karena semangat perdamaian, harapan, dan kepercayaan mereka terhadap Majapahit dinodai hingga titik paling hitam.


Hasil gambar untuk patung gajah mada madakaripura
Bagaimana dengan Gajah Mada? Gajah Mada ditempatkan sebagai pihak paling bersalah atas tragedi itu. Ia dihujat, dicaci, dan dicela. Namun, sesungguhnya sang legendaris ini juga merasa terluka. Ia terluka karena merasa kerja kerasnya selama dua puluhan tahun lebih pada akhirnya tak ada harganya sama sekali. Segala pengorbanan yang ia berikan untuk dapat menyatukan seluruh wilayah Nusantara di bawah panji-panji Majapahit justru gagal di langkah terakhir.

Gajah Mada pun harus menerima hukumannya. la diasingkan dan harus melewati hari tua di Madakaripura, sebuah tempat terpencil dan jauh dari segala ingar-bingar urusan duniawi. Ia menenggelamkan diri dalam kesunyian dan terus berdoa pada Sang Pencipa, sampai akhirnya, ia meninggal dunia dalam kesunyian yang tiada tara. Disaksikan butiran-butiran abadi air terjun yang memantulkan cahaya matahari dan menciptakan pelangi, tangga warna dari Nirwana. Air yang turun deras dan memantulkan bianglala ini kemudian dikenal sebagai air suci ‘Tirta Sewana’. Air ini, dipercaya memiliki kelebihan luar biasa sehingga bisa menyembuhan orang sakit dan bisa membuat kita awet muda.

Di luar mitos ini, Madakaripura dikenal sebagai tempat wisata alam terbuka yang menonjolkan daya tarik air terjun dengan ketinggian sekitar 200 meter. Air terjun ini berkumpul di relung sempit dengan diameter 25 meter. Kawasan wisata ini berada sekitar 620 meter diatas permukaan air laut, dan terletak di kawasan Tengger, tak jauh dari Bromo. Tak heran jika beberapa travel agent yang menyiapkan Bromo sebagai daerah tujuan, biasanya juga menyisipkan Madakaripura sebagai tempat tujuan wisata. Dengan Rp.5000 anda sudah bisa menikmati keindahan alam dari Madakaripura ini.


Hasil gambar untuk madakaripura air terjun
Air terjun Madakaripura sendiri berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tepatnya di desa Sapih, kecamatan Lumbang kabupaten Probolinggo. Kendaraan pribadi jadi pilihan paling tepat untuk mencapai lokasi air terjun karena letaknya yang jauh dari jalan utama. Perjalanan dari jalan raya menuju air terjun cukup melelahkan karena kondisi jalan yang cukup buruk. Kita akan sampai di pos pemeriksaan setelah mengarungi jalanan berbatu dengan jurang di sisi kanan dan tebing tinggi di sisi kiri selama hampir 15 hingga 20 menit. 
Perjalanan anda untuk sampai di air terjun belum berhenti sampai disini. Anda harus melanjutkan lagi berjalan kaki kurang lebih 30 menit.

Meskipun melelahkan untuk sampai di bawah air terjun, ketika pertama kali datang anda akan dibuat kagum melihat air terjun mengalir di antara dua dinding tebing di kanan dan kiri anda. Sensasi 'mandi hujan' akan anda rasakan di sini. Kulit anda akan merasakan dinginnya hempasan air terjun, sekaligus sedikit perih karena tetesan-tetesan air dari ketinggian. Selain itu, anda akan merasakan suasana temaram dan sedikit berkesan mistis. Tebing-tebing di sekitar anda berusaha mencegah sinar matahari menembus ke bawah.

Nah, untuk mendapatkan semua keindahan ini anda tak perlu membayar mahal, tiket masuk hanya Rp. 5000 tiap orang.

Sedikit saran buat anda, jika anda ingin berwisata ke air terjun Madakaripura sebaiknya jangan di waktu musim hujan. Pada saat itu longsor kerap terjadi, dan anda bakal menyesal karena petugas akan melarang anda untuk mendekati air terjun.


































Aksesbilitas

Berjarak sekitar 5 km dari lintas jalan raya menuju Bromo atau sekitar 45 menit waktu tempuh dari lokasi wisata Gunung Bromo ke arah Probolinggo (ke Utara). Jika dari pusat kota kabupaten Probolinggo sekitar 30 km. Lokasi air terjun ini bisa dicapai dengan kendaraan pribadi atau mobil sewaan dengan kondisi jalan berkelok kelok dan sudah beraspal mulus akan tetapi sedikit sempit.

Jika perjalanan datang dari arah Probolinggo maka sesampai di Desa Sukapura akan ditemui pertigaan yang ditandai dengan plang besar. Jika ke ke kiri ke arah Gunuing Bromo dan yang ke kanan ke arah lokasi Air Terjun Madakaripura. Jarak dari pertigaan ini masih sekitar 4 km hingga tiba di pintu masuk lokasi air terjun.Sebelumnya masih ditemui pertigaan lagi sebelum tiba di pintu masuk dan ambil belokan ke kanan.

Sesampainya di pintu gerbang dan masuk ke area parkir perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki kurang lebih 1 km melewati jalan setapak yang sebagian sudah cor sebagian tidak karena hilang terbawa longsor, dan menyeberangi sungai. Untuk menuju kesana sebaiknya menggunakan jasa pemandu, hal ini dikarenakan jalan menuju kesana cukup berat medannya. Di tambah lagi di lokasi ini sering terjadi banjir dan longsor. Para pemandu ini, umumnya penduduk lokal, banyak ditemui di area sekitar parkiran dan mereka biasanya langsung menawarkan diri, Ongkos pemandu sekitar Rp 50000 sekali jalan.




Tiket masuk Rp 3000 per orang.

Coban Rondo : Air Terjun dengan Banyak Wahana

Pernah mendengar nama Coban Rondo? Eits, anda salah bila sedang membayangkan janda-janda muda yang cantik sedang asyik berendam. Nah, bila belum pernah kesana, anda sebaiknya menyimak ulasan berikut ini.

Coban rondo adalah salah satu dari sekian banyak site wisata air terjun di Batu-Jawa Timur, tepatnya di desa Pandesari-kecamatan Pujon. Air terjun dengan nama unik yang bila di bahasa Indonesia-kan mempunya arti air terjun janda ini memiliki ketinggian sekitar 84 m dan berada di ketinggian 1.135 meter dari permukaan laut. Airnya yang jernih dan segar ini berasal dari sumber di Cemoro Dudo, lereng Gunung Kawi dengan debit 150 liter per detik pada musim hujan dan 90 liter per detik di musim kemarau. 


Wisata yang bisa di akses kurang dari 1 jam dari Malang ini ternyata murah muriah. Anda cukup membayar Rp 8.000 dan untuk wisatawan mancanegara Rp 10.000.

Berdasarkan legenda masyarakat sekitar, bahwa Coban Rondo berasal dari kisah sepasang pengantin baru yang bernama Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi dan Raden Baron Kusumo dari Gunung Anjasmoro. Pada saat usia pernikahan mereka 36 hari atau disebut dengan Selapan (bahasa jawa), Dewi Anjarwati mengajak suaminya berkunjung ke Gunung Anjasmoro untuk menemui orang tua dari Raden Baron Kusumo.

Ketika di tengah perjalanan keduanya di cegat oleh Joko Lelono, yang terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati. Joko Lelono berusaha merebut Dewi Anjarwati dari suaminya. Perkelahian antara Raden baron Kusumo dan Joko Lelono tak terelakan. 
Sementara itu, Dewi Anjarwati bersama puno kawannya melarikan diri dan bersembunyi di air terjun.

Akhirnya dari hasil perkelahian yang sengit itu, keduanya meninggal dan Dewi Anjarwati menjadi janda dalam persembunyiannya. Oleh karena itulah disebut air terjun coban rondo. Konon di bawah air terjun terdapat gua tempat tinggal tempat persembunyian Dewi Anjarwati dan batu besar di bawah air terjun merupakan tempat duduk sang putri yang merenungi nasibnya.

Ada mitos yang berkembang di tempat ini. Jika datang ke tempat ini bersama kekasih, hubungan mereka akan kandas. Entah apakah kebenarannya dapat ditelusuri, akan tetapi yang jelas, pastilah mitos ini didasari dan terinspirasi dari kisah Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusumo.
Selain itu aturan seperti dilarang berkata kotor, buang sampah sembarangan, dan buang air sembarangan merupakan sebuah pantangan. 
Bagi anda yang cepat bosan jangan khawatir, selain air terjun di tempat wisata ini terdapat wahana permainan antara lain fun tubing, outbound, taman bermain, kebun organik, area satwa, dan bumi perkemahan.