Kamis, 10 September 2015

Coban Rondo : Air Terjun dengan Banyak Wahana

Pernah mendengar nama Coban Rondo? Eits, anda salah bila sedang membayangkan janda-janda muda yang cantik sedang asyik berendam. Nah, bila belum pernah kesana, anda sebaiknya menyimak ulasan berikut ini.

Coban rondo adalah salah satu dari sekian banyak site wisata air terjun di Batu-Jawa Timur, tepatnya di desa Pandesari-kecamatan Pujon. Air terjun dengan nama unik yang bila di bahasa Indonesia-kan mempunya arti air terjun janda ini memiliki ketinggian sekitar 84 m dan berada di ketinggian 1.135 meter dari permukaan laut. Airnya yang jernih dan segar ini berasal dari sumber di Cemoro Dudo, lereng Gunung Kawi dengan debit 150 liter per detik pada musim hujan dan 90 liter per detik di musim kemarau. 


Wisata yang bisa di akses kurang dari 1 jam dari Malang ini ternyata murah muriah. Anda cukup membayar Rp 8.000 dan untuk wisatawan mancanegara Rp 10.000.

Berdasarkan legenda masyarakat sekitar, bahwa Coban Rondo berasal dari kisah sepasang pengantin baru yang bernama Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi dan Raden Baron Kusumo dari Gunung Anjasmoro. Pada saat usia pernikahan mereka 36 hari atau disebut dengan Selapan (bahasa jawa), Dewi Anjarwati mengajak suaminya berkunjung ke Gunung Anjasmoro untuk menemui orang tua dari Raden Baron Kusumo.

Ketika di tengah perjalanan keduanya di cegat oleh Joko Lelono, yang terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati. Joko Lelono berusaha merebut Dewi Anjarwati dari suaminya. Perkelahian antara Raden baron Kusumo dan Joko Lelono tak terelakan. 
Sementara itu, Dewi Anjarwati bersama puno kawannya melarikan diri dan bersembunyi di air terjun.

Akhirnya dari hasil perkelahian yang sengit itu, keduanya meninggal dan Dewi Anjarwati menjadi janda dalam persembunyiannya. Oleh karena itulah disebut air terjun coban rondo. Konon di bawah air terjun terdapat gua tempat tinggal tempat persembunyian Dewi Anjarwati dan batu besar di bawah air terjun merupakan tempat duduk sang putri yang merenungi nasibnya.

Ada mitos yang berkembang di tempat ini. Jika datang ke tempat ini bersama kekasih, hubungan mereka akan kandas. Entah apakah kebenarannya dapat ditelusuri, akan tetapi yang jelas, pastilah mitos ini didasari dan terinspirasi dari kisah Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusumo.
Selain itu aturan seperti dilarang berkata kotor, buang sampah sembarangan, dan buang air sembarangan merupakan sebuah pantangan. 
Bagi anda yang cepat bosan jangan khawatir, selain air terjun di tempat wisata ini terdapat wahana permainan antara lain fun tubing, outbound, taman bermain, kebun organik, area satwa, dan bumi perkemahan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar