Tampilkan postingan dengan label Batu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 September 2015

Selecta : Tempat Wisata Pertama di Batu


Salah satu daya tarik kota Batu selain menghadirkan pemandangan yang menakjubkan adalah tempat wisatanya. Banyak sekali spot wisata yang bisa anda datangi di sini. Jika anda berminat untuk mencari kesan santai dan damai serta fokus hanya untuk berkumpul bersama keluarga. Dengan tarif karcis masuk yang cukup ekonomis Rp.15.200/orang Selecta adalah pilihan yang tepat.Selecta didirikan pada tahun 1920-1928 oleh seorang warga Belanda bernama Ruyter de Wildt yang awalnya dipergunakan sebagai tempat peristirahatan bagi warga pembesar Belanda hingga masa revolusi. Pada 1949 Selecta dibumihanguskan oleh pejuang Indonesia. Namun 1950 Selecta dibangun kembali oleh 47 orang pendiri. Mereka juga membentuk perseroan terbatas untuk mengelolanya.Dalam kurun 1952-1955, Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Muhammad Hatta sering beristirahat di Selecta. Beberapa keputusan penting kenegaraan pun diputuskan di sana. Oleh karena sejarah yang cukup panjang, Selecta termasuk salah satu tempat rekreasi tertua di kota Batu. Selecta sendiri berada di desa Tulung Rejo, kecamatan Bumiaji, 9 Km ke arah utara dari kota Batu. Selecta mempunyai luas area 18 hektar dan terletak 1150 meter di atas permukaan laut. Area Selecta ini dikelilingi oleh tiga gunung besar, yaitu Gunung Arjuno, Welirang, dan Anjasmoro, tentu saja di tempat ini anda bisa merasakan sejuk dan bersihnya udara pegunungan, serta panorama yang 'tak biasa'.

Ada beberapa hal yang bisa anda nikmati saat mengunjungi Selecta, seperti kolam renang dengan berbagai kedalam dan perosotan yang bermacam-macam, taman bunga yang begitu luas, pasar sayur dan buah, taman bermain, dan kenyamanan saat pengunjung bisa ber piknik menikmati hamparan lahan penuh bunga. Selain itu terdapat fasilitas pendukung seperti restaurant, hotel dan vila untuk sarana akomodasi pengunjung yang ingin menetap beberapa saat. 



Taman Selecta ini memiliki taman bunga yang berlokasi di jantung pusat taman selecta, hamparan bunga yang berwarna-warni dengan beragam bentuk dan beberapa jenis bunga sebuah keindahan tersendiri sangat mengundang kita untuk melihat berbagai keindahan yang berada di taman selecta. Dan lagi anda bisa menyelusuri jalan setapak hingga ke puncak Selecta dan disana kita bisa menikmati indahnya pemandangan alam yang sungguh menyejukkan mata, di sana juga terdapat hamparan sawah yang sangat luas yang di kelilingi oleh pegunungan. 


Seiring bertambahnya waktu, wisata di Selecta kini semakin berkembang. Pengunjung bisa bermain sepeda air, berkuda di sekitar wilayah Selecta, hingga yang terbaru adalah area rekreasi petualangan outbond dengan flying fox-nya.










Kamis, 10 September 2015

Coban Rondo : Air Terjun dengan Banyak Wahana

Pernah mendengar nama Coban Rondo? Eits, anda salah bila sedang membayangkan janda-janda muda yang cantik sedang asyik berendam. Nah, bila belum pernah kesana, anda sebaiknya menyimak ulasan berikut ini.

Coban rondo adalah salah satu dari sekian banyak site wisata air terjun di Batu-Jawa Timur, tepatnya di desa Pandesari-kecamatan Pujon. Air terjun dengan nama unik yang bila di bahasa Indonesia-kan mempunya arti air terjun janda ini memiliki ketinggian sekitar 84 m dan berada di ketinggian 1.135 meter dari permukaan laut. Airnya yang jernih dan segar ini berasal dari sumber di Cemoro Dudo, lereng Gunung Kawi dengan debit 150 liter per detik pada musim hujan dan 90 liter per detik di musim kemarau. 


Wisata yang bisa di akses kurang dari 1 jam dari Malang ini ternyata murah muriah. Anda cukup membayar Rp 8.000 dan untuk wisatawan mancanegara Rp 10.000.

Berdasarkan legenda masyarakat sekitar, bahwa Coban Rondo berasal dari kisah sepasang pengantin baru yang bernama Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi dan Raden Baron Kusumo dari Gunung Anjasmoro. Pada saat usia pernikahan mereka 36 hari atau disebut dengan Selapan (bahasa jawa), Dewi Anjarwati mengajak suaminya berkunjung ke Gunung Anjasmoro untuk menemui orang tua dari Raden Baron Kusumo.

Ketika di tengah perjalanan keduanya di cegat oleh Joko Lelono, yang terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati. Joko Lelono berusaha merebut Dewi Anjarwati dari suaminya. Perkelahian antara Raden baron Kusumo dan Joko Lelono tak terelakan. 
Sementara itu, Dewi Anjarwati bersama puno kawannya melarikan diri dan bersembunyi di air terjun.

Akhirnya dari hasil perkelahian yang sengit itu, keduanya meninggal dan Dewi Anjarwati menjadi janda dalam persembunyiannya. Oleh karena itulah disebut air terjun coban rondo. Konon di bawah air terjun terdapat gua tempat tinggal tempat persembunyian Dewi Anjarwati dan batu besar di bawah air terjun merupakan tempat duduk sang putri yang merenungi nasibnya.

Ada mitos yang berkembang di tempat ini. Jika datang ke tempat ini bersama kekasih, hubungan mereka akan kandas. Entah apakah kebenarannya dapat ditelusuri, akan tetapi yang jelas, pastilah mitos ini didasari dan terinspirasi dari kisah Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusumo.
Selain itu aturan seperti dilarang berkata kotor, buang sampah sembarangan, dan buang air sembarangan merupakan sebuah pantangan. 
Bagi anda yang cepat bosan jangan khawatir, selain air terjun di tempat wisata ini terdapat wahana permainan antara lain fun tubing, outbound, taman bermain, kebun organik, area satwa, dan bumi perkemahan.