Tampilkan postingan dengan label Malang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 September 2015

Bajulmati : Pantai dengan Ombak yang Menawan

Pantai Bajulmati (Buaya Mati) adalah sebuah pantai di pesisir selatan Pulau Jawa yang tepat di berada di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Jaraknya sekitar 58 km dari Kota Malang.

Asal mula dari pantai ini pertama kali ditemukan pada tahun sekitar 1890-an. Saat itu ditemukan seekor buaya yang mati, sehingga dinamakan Bajul Mati. Menurut pendapat lain, dinamakan Bajul Mati karena di pantai ini terdapat batu karang panjang bentuknya yang menyerupai seekor buaya. Ketika menjelang malam, saat disapu ombak batu tersebut seakan seekor buaya yang hidup. Unik bukan?

Mengapa harus kesini?

Pantai Bajulmati memiliki pasir putih yang masih bersih dengan hamparan bebatuan karang yang terlihat begitu menawan. Kelebihan lainnya, Pantai Bajulmati ini mempunyai teluk-teluk yang indah. Pantai ini cukup dalam dan curam sehingga para pengunjung disarankan untuk tidak berenang. Akan tetapi, ada beberapa bagian di bibir pantai di sebelah barat yang dapat anda gunakan untuk bermain air dengan leluasa, yaitu di sebuah muara sungai. Aliran air di muara tampak tenang dan berwarna kehijauan. Pada hari-hari biasa pantai ini masih agak sepi pengunjung. Terdapat hanya beberapa warung penjual makanan kecil di sekitar pantai. Pantai Bajulmati paling ramai pada saat hari libur. Biasanya pada sepekan setelah lebaran terdapat prosesi Larung Ketupat, yang selalu ramai disaksikan pengunjung. Di pantai ini juga sangat tepat untuk berkemah.


Uniknya di tengah-tengah lautan terdapat beberapa pulau karang mirip bukit yang menyembul dari dalam laut. Hal itu membuat panorama pantai kian menarik. Hanya, pantai ini masih sepi pengunjung. Konon pantai ini pertama kali ditemukan pada tahun 1890-an. Saat itu di sekitar pantai ditemukan seekor buaya yang mati, sehingga dinamakan Bajulmati. Menurut pendapat yang lain, dinamakan Bajulmati karena di pantai ini terdapat batu karang panjang yang bentuknya menyerupai seekor buaya. Ketika menjelang malam, saat disapu ombak batu tersebut seakan seekor buaya yang hidup.

Selain menawarkan panorama pantai, di Pantai Bajulmati juga terdapat sebuah gua bernama Goa Wil. Lokasi goa yang masih dalam satu kompleks Pantai Bajulmati itu berada di sisi timur pantai. Untuk menjangkaunya cukup dengan berjalan kaki sekitar 300 meter dari pintu masuk pantai. Posisi goa tepat berada di bawah sebuah bukit karang. Di sekeliling bukit itu dikelilingi ladang kelapa dan ketela pohon yang ditanami warga sekitar. Meski disebut dengan goa, namun tidak ada lubang masuk menjorok cukup dalam. Goa ini lebih tepat disebut sebagai batu karang yang dasarnya terkena abrasi, karena memang seperti dasar bukit yang agak menjorok sedikit. Meski begitu, di lokasi ini dikenal angker oleh penduduk.

Rute

Hasil gambar untuk pantai bajul mati
Jika dari Kota Malang Anda bisa mengambil arah ke Turen lalu berbelok ke selatan menuju Sumbermanjing Wetan dan lurus menuju arah Pantai Sendangbiru. Lalu terdapat pertigaan dengan plakat petunjuk arah ke kanan untuk menuju ke Pantai Bajulmati. Jalannya sudah beraspal tetapi berkelok-kelok karena harus melewati pegunungan. Sekitar tiga kilometer sebelum Pantai Bajulmati jalannya lebih lebar. Bisa juga dengan melalui jalur menujuPantai Balekambang, sampai terdapat sebuah perempatan, bila lurus akan menuju Balekambang, dan ke kiri akan menuju Bajulmati. Rutenya masih satu jalur dengan Pantai Goa China. Cukup banyak petunjuk arah untuk menuju arah pantai tersebut. Letak kedua pantai ini tidak terlalu jauh. Jarak antara Pantai Bajulmati dan Goa China hanya sekitar 2 kilometer atau sekitar 10 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor.

Hasil gambar untuk pantai bajul mati
Sebelum memasuki pantai terdapat sebuah jembatan sepanjang 90 meter berbentuk setengah lingkaran. Baik ukuran maupun desainnya sangat artistik karena melintang di atas sungai yang lebar, dengan pemandangan bukit-bukit karang dan lautan. Di sini merupakan salah satu tempat favorit pengunjung untuk mengambil foto. Jembatan Bajulmati merupakan salah satu jembatan yang terletak di ruas Jalan Lintas Selatan. Dengan adanya Jalan Lintas Selatan ini berpengaruh terhadap kunjungan ke Bajulmati, karena jika berwisata ke Sendangbiru, pengunjung bisa mampir dahulu ke Bajulmati.Tidak sampai 10 menit dari jembatan tersebut, Anda akan tiba di Pantai Bajulmati. Untuk masuk ke area Bajulmati anda akan dipungut retribusi sebesar Rp 5.000/orang.


Balekambang : Tanah Lot nya Warga Malang

Hasil gambar untuk pantai balekambang
Apa yang ada di benak anda ketika pertamakali melihat foto di atas? Yup, itu sebuah pulau kecil dengan bangunan pura di atasnya, sama seperti tanah lot di Bali. Pantai ini bernama Balekambang. Pantai yang bersih dan masih terawat ini terletak di Kabupaten Malang tepatnya di desa Srigoco Kecamatan Bantur yang jaraknya kurang lebih 50 km dari Kepanjen dan 65 km ke arah selatan dari kota Malang Jawa Timur. Pantai Balekambang memang menjadi salah satu tujuan wisata di Jawa Timur yang difavoritkan di Malang setelah Pulau Sempu dan Gunung Bromo di Probolinggo Jawa Timur. 

Kenapa harus kesini?

Selain suasananya yang masih asri, juga pantai Balekambang ini begitu terawat dan kelihatan bersih. Dengan pantai yang dangkal anda bisa bermain-main dengan air bersama keluarga.

Dengan pantai yang membentang sepanjang 2 kilometer dengan lebar 200 meter daerah ini dipenuhi dengan berbagai macam karang laut dan terkadang ketika air surut anda bisa melihat berbagai macam ikan hias dan bio laut yang berkerumun. Deburan ombak pantai yang tidak terlalu besar membuat hati anda akan semakin rilek dan menikmati alam dengan nyaman.

Dari lepas pantai anda bisa melihat 3 buah pulau berjajar ke arah barat yang begitu menawan yang masing-masing mempunyai nama yaitu pulau Ismoyo, pulau Anoman dan pulau Wisanggeni. Pulau Ismoyo dihubungkan dengan jembatan sepanjang 100 meter dari bibir pantai dan di atasnya terdapat sebuah pura yang diberi nama Amerta Jati. Pura ini tidak seperti halnya pura di Bali, karena dipengaruhi oleh candi-candi jaman Majapahit yang banyak terdapat di Malang.


Ada yang menarik di balik kisah pura Amerta Jati. Pura Amerta Jati atau Pura Ismoyo ini dibangun tahun 1985 atas prakarsa Bupati Malang Edi Slamet. Didesain mengikuti Pura Tanah Lot yang terkenal di Bali, pura ini juga merupakan tempat suci bagi umat Hindu dan sering digunakan sebagai tempat berlangsungnya kegiatan keagamaan. Saat hari-hari besar umat Hindu, pura ini akan terasa sangat ramai. Warga setempat yang masih memegang tradisi biasa menggelar upacara Suroan dan upacara Jalanidha Puja. Jika sempat, anda bisa berkunjung ke pantai ini di saat bulan Suro. Biasanya pada bulan ini Pantai Balekambang ramai didatangi wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara.


Pantai Balekambang Malang ini sangat menawan pada saat sunset tiba. Kecantikan dan pesonanya semakin 'menjadi' saat matahari terbenam di balik cakrawala dan menyuguhkan siluet pura berlatar langit senja berwarna kuning keemasan.

Fasilitas di pantai Balekambang Malang sudah bisa dibilang cukup memadai bagi para wisatawan yang berkunjung. Mulai dari warung dan kios-kios yang menyediakan makanan dan minuman sampai permainan anak-anak. Bahkan ada juga wahana fliying fox pada hari Sabtu dan Minggu. Selain itu bagi anda yang ingin bermalam jangan khawatir, sebab di sekitar pantai anda akan menemukan penginapan.

Untuk merasakan sensasi seperti di Tanah Lot Bali, anda hanya dikenai tiket Rp.15.000/orang saja. Cukup terjangkau bukan?

Sengkaling : Pemandian dan Wisata Kuliner di Tengah Kota

Untuk anda yang ingin bersantai berlibur bersama keluarga namun tak mau menghabiskan waktu di perjalanan, Sengkaling adalah pilihan yang tepat. Selain pemandian dan taman rekreasi, kini Sengkaling menghadirkan festival panganan.

Taman Rekreasi dengan luas kurang lebih 8,5 hektar ini berlokasi di tengah kota Malang, yaitu tepatnya di Jl. Raya Mulyoagung No. 188, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, masih satu jalur ke arah Universitas Muhamadiyah Malang dan Batu. Pada awalnya taman rekreasi dan pemandian Sengkaling ini hanya terbatas untuk karyawan Bentoel Group, hingga akhirnya dibuka untuk umum, dan sekarang telah diambil alih oleh UMM Malang. 

Kenapa harus kesini?

Selain lokasinya yang mudah di akses baik dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum, pemandian dan taman rekreasi Sengkaling merupakan salah satu primadona wisata malang . Tempatnya yang berada dekat dengan pusat kota juga menjadi pilihan yang cukup menyenangkan bagi mereka yang ingin meluangkan waktu liburan.

Fasilitas lengkap kolam renang air panas, dan air dingin, menjadikannya favorit bagi masyarakat kota Malang yang ingin berenang atau sekadar bermain air di wahana-wahana yang tersedia disana. Ragam jenis objek rekreasi selalu di kembangkan seiring waktu. Nah uniknya lagi seluruh air di pemandian Sengkaling berasal dari sumber alami Tirta Alam. Konon dipercayai bisa membuat orang awet muda.


Wahana air yang tersedia diantaranya adalah: Kapal Misteri, Pesona primitif, Tirta alam, tirta sari serta kolam cumi-cumi. Ada juga wahanan permainan yang semakin membuat ceria hari-hari liburan anda sekeluarga meluangkan waktu disini. Ada dunia ikan, bioskop 4 dimensi, kiddy train, bom-bom car, merry go round, play ground, sepeda air, bumper boat, kuda ria dan masih banyak lagi. 

Untuk kuliner, sekarang juga dibuka Sengkaling Food Festival, menampilkan sajian ragam khas makanan asli Kota Malang, beserta oleh-oleh asli Kota Malang yang membuat pilihan anda semakin banyak dan sesuai selera anda. Disediakan pula pilihan makanan Japanese Food maupun Oriental food sebagai pilihan selera rasa.

Disajikan pula berbagai events untuk dapat lebih menghibur seperti pertunjukan musik, dangdut, show dan lain sebagainya.

Jam operasional obyek rekreasi ini buka dari pukul 06.00 sampai pukul 17.00. Biaya yang dikeluarkan untuk harga tiket masuk Sengkaling cukup murah, yaitu Rp.15.000, dengan variasi ada tiket terusan Paket Pinishi Rp 30.000, dan tiket terusan Paket Kano harga tiketnya Rp. 25.000.